Jumat, 20 Maret 2015

Miris

Di Indonesia, zaman sekarang, sebenarnya sangat miris sekali melihat anak umur 5-17tahun, atau kira-kira sejak TK sampai Sekolah Menengah Pertama, miris Kenapa? iya miris, mereka selalu disuguhi film-film dimana seharusnya mereka nggak harus melihat itu film. Enggak seperti anak-anak zaman 90an, anak-anak 90an setiap minggu disuguhi film kartun dari pagi sampai sore, Mereka nggak ngerti tentang yang nama nya cinta-cintaan, atau goyangan alay yang di ada di salah satu tv swasta.

Anak 90an pasti tau, film-film yang buat mereka bahagia, mereka nggak ngerti film cinta-cinta kayak Tersanjung atau ter ter yang lain.

Beda anak zaman sekarang, kemarin gue sempet baca di berita elektronik seorang siswa SMP pacaran dengan siswi SD.

iya bagi mereka yang lahir zaman 2004 sampai sekarang mungkin nggak terdengar miris, namun sangat miris jika anda lahir di tahun 70an sampai 90an.

Seharus nya pada waktu itu, mereka itu menikmati betapa indahnya bermain. Mungkin karena terpengaruh perfilman sekarang, kayak itu film yang judulnya GGS (Gue Ganteng Sekali), atau 7 manusia harimau, atau mungkin kebanyakan nonton film FTV kali ya.

Miris, pada zaman gue, iya gue lahir zaman 90an, yang gue tonton waktu saat itu, film-film yang buat anak-anak zaman 90an nggak seperti anak zaman sekarang, dan salah satunya yang sampai sekarang masih bertahan adalah Doraemon.

Bagaimana Indonesia dapat membanggakan generasi mudanya kalau pertelevisian Indonesia menyuguhkan apa yang seharusnya nggak mereka lihat.

Jujur, gue sampai sebesar gini masih sering nonton film-film kartun dan hanya sedikit mengenal film-film percintaan.

Masih dengan prilaku anak zaman sekarang, gue pernah ngeledikin adik gue yang bontot, gara-gara nonton GGS, iya itu nggak seharusnya di tonton.

Gue kira perfilman Indonesia itu butuh dicuci. Dan yang gue heranin judul film-film nya pun agak aneh, Mulai dari yang horor sampai yang biasa aja, pocong ngesot lah, suster keramas lah, sampai mak ijah pengen ke mekah, khusus judul terakhir, gue fikir yang bikin skripnya harus di cuci otak nya, kenpa? sudah jelas judulnya Mak Ijah Pengen Ke mekah tapi yang di keluar dalam cerita nya nggak pernah nyinggung mak ijah.

Gue berdoa sih, masa-masa zaman 90an bisa di nikmati sama anak-anak zaman sekarang. Biar mereka tau betapa indahnya anak-anak 90an.

Salam 90an.

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com